Monday, September 29, 2014

Ekspektasi buat Reza


"Reza Rahadian nampaknya memang ditakdirkan menjadi pemain film-film besar. Setelah menokohkan bapak B.J Habibie dalam Habibi dan Ainun, serta baru saja menyelesaikan syuting Pendekar Tongkat Emas produksi Miles film, kini Reza sudah kembali ke arena syuting lagi untuk mempersiapkan film terbarunya yang berjudul Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto yang rencana tayang tahun depan."

Begitu kutipan berita yang dilansir dalam www.tjokromovie.com


Bermodalkan pengalaman dan prestasi yang luar biasa dalam perfilman Indonesia,- sebelumnya Reza telah memenangkan 2 penghargaan FFI dan 1 penghargaan IMA (Indonesian Movie Award). Reza melangkah percaya diri memerankan peran sebagai HOS Tjokroaminoto di bawah arahan sutradara kondang Garin Nugroho, untuk update syuting dan info film dapat diakses melalui facebook tjokro movie dan twitter @tjokro_movie




Film Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto adalah satu dari sedikit film yang bercerita tentang zaman-zaman penjajahan sekaligus berkonsentrasi pada satu tokoh. Tentunya film semacam ini sangat diharapkan lebih banyak lagi digarap karena dapat menjadi sumber belajar bagi generasi saat ini untuk lebih mengetahui sejarah perjuangan bangsanya.


Bravo Reza untuk perannya kali ini, semoga dapat memenuhi ekspektasi penikmat film cerdas di Indonesia. Kalau penampilannya di foto saja sudah mirip, tentunya penokohan dalam filmnya juga bisa menjadi representasi HOS Tjokroaminoto yang asli.






Thursday, September 25, 2014

Maia Dalam Frame Guru Bangsa




Siapa yang tak mengenal Maia Estianty? Rasanya tak ada. Maia yang belakangan disapa bunda ini, sangat aktif di bisnis musik Indonesia. Kiprahnya di dunia musik tak perlu lagi diragukan. Tapi di dunia akting?

Eit...jangan salah ya.... Bunda Maia yang merupakan bunda 3 jaka ganteng, Al , el Dan Dul ini ternyata juga telah menorehkan jam terbang yang lumayan. tercatat tahun 2007 sebagai bintang tamu di film 'Lantai 13'. Sedangkan dalam 'Oh My God' yang diproduksi tahun 2008, Maia berperan sebagai pemeran pendukung. Dan akhirnya pada film 'Kata Maaf Terakhir' (2009), ia mendapat andil sebagai pemeran utama. 





Tak puas berhenti di satu titik, Maia Estianty yang asli arek Suroboyo ini mendapat kepercayaan untuk berperan lagi dalam film garapan Garin Nugroho yang saat ini sedang berlangsung proses pengambilan gambarnya yaitu film 'Guru Bangsa: HOS Tjokroaminoto', sebagai ibunda Suharsikin (ibu mertua dari HOS Tjokroaminoto).  Dalam pembuatannya, film ini diproduseri oleh Christine Hakim, Didi Petet dan Dewi Umaya dan menggandeng rumah produksi Pic[k] Lock dan yayasan keluarga besar HOS Tjokroaminoto , serta didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ckckckck...... Kebayang dong betapa seriusnya penggarapannya, apalagi mengingat film Maia kali ini akan didedikasikan untuk sang kakek, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Tentunya Maia akan main total. Seperti apa penampilan Maia ? Sabar ya teman....kita sama-sama tunggu jam tayangnya....


Wednesday, September 24, 2014

Bertaburan mobil kuno di film Guru bangsa HOS Tjokroaminoto

Jagat perfilman Indonesia bakal bertambah meriah dan seru!!! Karena putra-putri bangsa semakin aktif dan cerdas mengangkat tema-tema yang beragam dan menambah wawasan. Penggarapan film 'Guru Bangsa' HOS Tjokroaminoto misalnya www.tjokromovie.com. Berlatar belakang Indonesia tempo dulu, -era 1890-1920 an-, tentu saja punya tantangan tersendiri.


Tapi di tangan produser-produser berpengalaman sekaliber Christine Hakim, Didi Petet dan Dewi Umaya membuat rasa penasaran penikmat film Indonesia semakin tidak sabar ingin melihat hasilnya. Bagaimana cara mereka menghidupkan kembali suasana kota lama di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota masa kini.


7 September 2014 menjadi tonggak bersejarah bagi Tjokro movie, saat mas Garin dan bu Christine melakukan take pertama. Syuting menggunakan lokasi di kota-kota bersejarah seperti Ambarawa, Semarang dan Yogyakarta. Tak kalah seru turut dimeriahkan trem dan mobil-mobil di masa itu. Keren banget kan? Lokasi seru lainnya bisa dilihat di facebook tjokro movie


Jadi nggak sabar pengen buru ngantri tiketnya demi melihat mobil-mobil kuno bertaburan di film ini. Belum lagi tokoh-tokohnya diperankan oleh bintang-bintang berbakat seperti Reza Rahadian, Putri Ayudya, Chelsea Islan, Maia Estianty. Yuuuukkk.....
panteng terus twit nya @tjokro_movie 



Thursday, September 18, 2014

Belajar dari 'Guru Bangsa'


Jika ingin menjadi pemimpin besar. Menulislah seperti wartawan dan Bicaralah seperti orator."
H.O.S Tjokroaminoto


Perkataan  dari seorang guru yang sangat menginspirasi inilah yang kemudian membius murid-muridnya hingga membuat Soekarno setiap malam berteriak belajar pidato hingga membuat kawan-kawannya terbangun dan tertawa menyaksikannya.

Adalah seorang H.O.S Tjokroaminoto yang sanggup demikian. Perkataannya mengakar dan menumbuhkan benih-benih semangat kebangsaan pada masanya. Di tengah gerakan politik etis Belanda yang relatif stag.

Rasanya tak berlebihan jika predikat 'Guru Bangsa' disandangnya, mengingat dari beliau banyak menetaskan tokoh-tokoh bangsa yang turut mewarnai sejarah bangsa Indonesia.

"Era pasca pemilu 2014", menurut Garin Nugroho sang sutradara kawakan," telah menciptakan antusiasme warga terhadap isu kebangsaan." Momentum bagus ini dimanfaatkan untuk menggagas sebuah film untuk memperkenalkan sosok 'Guru Bangsa', yang diharapkan dapat menjadi solusi kehausan masyarakat akan asal-usul pergerakan bangsa sekaligus menjadi media pembelajaran politik yang baik dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi Indonesia yang sejatinya multikultur.

Nah, siapkah untuk masuk ke dalam proses pembelajaran ini? Yang tidak tanggung-tanggung langsung dari sumber yang merupakan 'Guru Bangsa',- H.O.S Tjokroaminoto. Prepare yourself.



"Setinggi-tingginya ilmu, semurni-murninya Tauhid, sepintar-pintarnya siasat"

H.O.S Tjokroaminoto




Thursday, December 12, 2013

Metamorfosis




          Kalau diingat-ingat lagi kejadiannya, wajah putih dan cantik Nasim jadi memerah karena menahan malu. 25 tahun kini usianya. Baru saja lulus kuliah dan mulai menapaki hiruk pikuk dunia kerja. Menjalani fase metamorfosis baru dalam kehidupannya, menjadi wanita dewasa. Cantik. Dan. Mandiri.

          Selayaknya metamorfosis, seperti makhluk cantik kupu-kupu sekalipun pernah mengalami fase yang tidak menyenangkan,- kalau tak bisa dibilang memalukan. Dikecam. Dihindari. Di-bully. Ha..ha..ha... Tidak......Tidak...Tidak sedramatis itu metamorfosis milik Nasim. Sejak masih nimfa pun, Nasim kecil sudah kelihatan bersinar. Lucu. Cerdas. Dan. Menyenangkan. Tapi setiap dari kita, pasti menyimpan setidaknya satu atau dua kisah yang mampu membuat kita tertawa sendiri kan? 


Nasim di fase nimfa juga berani dan tak malu-malu. Nah dari sini semuanya berawal. Ketika beberapa teman kakak perempuannya yang juga cantik dan sudah kuliah, datang. Hampir semua teman kakanya menyukai Nasim yang ceriwis. Sangking Ceriwisnya, tak sungkan dia mengajak setiap ...setiap. Ini perlu dicatat ya. Setiap teman kakaknya yang datang, terutama yang cakep, selalu diajak olehnya menemani nonton film Jurassic Park yang fenomenal itu. Biarpun nimfa, Kecil-kecil tahu juga 'orang cakep' hehehe. Tak ayal cerita ini kelak di kemudian hari, saat Nasim keluar dari kepompong pendidikannya dan berubah jadi 'kupu-kupu' selalu mampu membuatnya tersipu.         

"Eh..ini Nasim yang suka maksa nonton Jurassic Park itu ya? Sudah besar sekarang, kerja di mana?" begitu selalu sapa mereka yang mengetahui 'aib' nimfa-nya.......Kalau sudah begini cuma kopiko mini coffee nih yang bisa menangkal sipu berganti siap lagi. Karena efek rasa kopinya mampu membuat seger lagi dan refresh lagi.....Juga semangat lagi....hadapi hari dan candaan.

          Menjadi wanita dewasa  yang cantik dan mandiri, berguna bagi rantai kebaikan seperti kupu-kupu adalah dambanya. Bukan seperti metamorfosisnya nyamuk, yang di setiap fasenya selalu berkontribusi di rantai keburukan. 

Bagian Terbaik dari Pagiku





Seseorang boleh saja mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda seperti lebih suka mengawali hari dengan menikmati secangkir kopi panas dan teman ngobrol yang asik di pagi hari. Tapi seoang petualang rasa sejati tidak akan pernah rela melewatkan kesempatan menghadapai tantangan untuk selalu mencoba hal baru di setiap pagi di setiap harinya. Mencicipi sensasi rasa dari kopi nikmat dengan sentuhan hazelnut, misalnya saja. Sangatlah berbeda dengan yang biasanya. Hanya dengan memberi dirimu kesempatan untuk mencobanya, kau akan tahu bahwa Carrebian nut coffee benar-benar membuatmu berhenti mendamba. Dan sampailah pada satu kesimpulan. Satu hal yang pasti, harimu tak akan pernah sama.

    Tapi buat saya, yang tidak menggilai kopi. Tak ada yang lebih nikmat dan menyenangkan selain mengawali hari dengan musik yang enak didengar dan kopiko mini coffee. Kolaborasi keduanya membuat tubuh menjadi refresh lagi...suasana hatipun menjadi asik lagi...dan pikiran menjadi rileks lagi.. dan berujung pada semangat lagi. Jadi siap deh menghadapi hari-hari sibuk, bahkan macet, siapa takut? Hingga tibalah saya pada satu kesimpulan sederhana, yang terbaik adalah "kata hati" bukan 'kata orang' atau 'kata siapapun', melihat dengan hati. Dan kata hatiku 'kopiko mini coffee' yang terbaik... Silahkan mencoba awali hari dengan musik dan kopiko mini coffee...

Posititive Thinking




    Pernahkah mengalami hal yang tidak menyenangkan hingga bertubi-tubi? Bukan...Bukan sial namanya. Hanya saja mungkin keberuntungan yang belum berpihak. Saya pernah.

    Ini terjadi dulu semasa awal perkuliahan, beberapa teman mengunjungi saya di kos-kosan untuk sekedar berbincang dan saling kenal. Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya dan dalam beberapa menit menciptakan kubangan banjir di jalanan sebatas betis orang dewasa. Maklumlah Semarang terkenal dengan kota banjir..hihihi...di waktu tidak hujan saja, ada beberapa daerah yang selalu digenangi oleh air. Orang menyebutnya rob. Beruntung air tidak sampai masuk ke dalam rumah. Tapi setidaknya cukuplah untuk menahan teman-teman saya untuk tidak beranjak pulang sebelum air surut.

    Membutuhkan waktu untuk menunggu, kami sepakat untuk mengisinya dengan menikmati secangkir kopi panas untuk menghangatkan tubuh dan teman berbincang. Sayangnya, sewaktu hendak menyeduh kopi, air panas dalam termos ternyata tidak tersedia. Maka saya putuskan untuk menjerang air terlebih dahulu. Tetapi lagi..lagi..ternyata gas elpiji-nya habis!!!! Lengkaplah sudah kombinasi hujan, banjir, termos kosong dan elpiji habis memupuskan keinginanan untuk menikmati secangkir kopi.

     Untung ada kopiko mini coffee yang mengubah hati menjadi rileks lagi...refresh lagi...asik lagi..dan semangat lagi buat ngobrol-ngobrol asik sambil menunggu surutnya banjir. Indahnya jika kita bisa selalu positive thinking, tak peduli apapun. Bagaimana kisahmu?